Pada dasarnya setiap orang memiliki sisi kebaikan, karena Tuhan telah memberikan kita hati yang tidak pernah dapat mengelak dari apa yang namanya kebaikan. Sifat egois muncul tatkala hati tidak terjaga maka yang tampil pada saat itu adalah hanya arogansi watak dan keegoisan. Kalaulah kita renungkan apakah yang pantas untuk kita banggakan apalagi disombongkan karena sebagai makhluk tuhan kita tak memiliki apa pun dan tak berhak untuk mengakui apapun juga sebagai milik kita.
Mungkin selama ini kita selalu merasa keadaan kita lebih baik dari orang lain, karena harta yang berada pada diri kita, kemudahan – kemudahan yang kita dapat sesungguhnya hanyalah titipan semata. Kalaulah kita analogikan seseorang yang kita percayaai untuk menjaga sesuatu yang kita titipkan kepadanya ternyata tidak menjaganya dengan baik malah merusaknya atau bahkan mengakui barangkita sebagai miliknya maka bagaimana perasaan kita, kemungkinan kita tidak akan mempercayai untuk kedua kalinya.
Begitupun Tuhan kepada kita tidak akan memberikan keberkahan kalau kita tidak bisa memanfaatkan dan menjaga apa yang telah dipercayakannya. Untuk itu kunci utama agar kita mampu menjaga apa yang dititipkan tuhan maka pertama-tama kita buka hati bahwa kita bukanlah apa – apa, luruskan niat agar tidak mengulang kesalahan, dan hindari sifat egois serta tidak lagi melakukan sesuatu hal hanya dengan akal pribadi.
Dengan menjalankan hal tersebut maka hati nurani kemanusiaan akan tampil menutup keegoisan, dan andai saja nurani seluruh rakyat Indonesia telah terbuka untuk menjadikan kebaikan dan kebenaran sebagai tujuan maka keberkahan di negeri ini akan mengalir dengan deras, tidak akan ada lagi orang mati karena kelaparan, orang mencuri karena tuntutan ekonomi, dan disisi lain tidak ada orang yang menghambur-hamburkan kekayaan untuk sekedar kemewahan.
Kesenjangan tidak akan terus bertambah jauh, karena dihati seseorang akan muncul toleransi pada sesamanya, maka sangat penting bagi kita untuk membuka hati dan menjauhkan keegoisan sebab kita harus menyadari kalau kita semua sama, tidak memiliki apapun dan tidak bisa mengakui apapun sebagai milik kita, hanyalah titipan yang selalu kita gunakan dan setiap titipan harus dikembalikan.
Oleh sebab itu kita jaga titipan itu terutama hati nurani ini, janganlah kita rusak dan disia-siakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar