
Pada masa jahiliah sebelum lahirnya rosulullah Muhammad S.A.W. adalah sisi gelap dalam peradaban dunia, jika kita renungkan dengan seksama mungkin pada masa itu bisa dibilang wajar kalau kebodohan masih memperbudak mereka karena saat itu peradaban tidak seperti sekarang dan Allah belum mengutus Rasul sebagai penyempurna di alam ini. Namun pada masa millennium seperti sekarang ini dimana peradaban manusia telah begitu sangat maju pola pikirnya telah jauh berbeda denga masyarakat yang dulu sebelum Rasul datang, tapi kenapa kejahiliahan itu masih melekat pada diri kita.
Pada masa jahiliah sebelum rosul dilahirkan masyarakat menyembah berhala sebagai tuhan mereka, mereka buat sendiri dan mereka puja sendiri. Pada masa ini memang tidak banyak terlihat orang yang memuja patung berhala sebagai tuhan namun secara sadar ataupun tidak diantara kita masih memuja berhala dalam bentuk yang berbeda. Harta, pangkat dan teknologi menjadi bentuk lain berhala di masa ini.
Di masa jahiliah dulu wanita begitu dilecehkan, sampai-sampai kalau ada yang melahirkan anak perempuan maka saat itu juga langsung di bunuh. Begitu rendahnya nilai perempuan pada masa itu, lalu islam angkat harkat dan martabat perempuan pada pada posisi yang begitu mulya. Dijaman modern seperti sekarang ini dimana hak-hak antara laki-laki dan perempuan disejajarkan, emansipasi wanita wanita digembor-gemborkan bahkan menjadi simbol berdirinya sebuah Negara, namun sebenarnya masa ini masih juga jahiliah seperti yang dulu dahulu perempuan ditindas dan tidak dihargai, masa sekarang ini justru banyak wanita yang tidak mau dihargai sebagai wanita, kodrat kewanitaan malah menjadi sarana berbuat kedzaliman.
Padahal dalam Islam seorang wanita begitu dimuliakan, bahkan sorga berada di bawah kaki ibu, tapi kenapa tidak banyak dari mereka yang mau dihargai, mereka suka kalau aurat mereka dapat dilihat orang lain, dan tak jarang wanita yang senang akan pelecehan. Padahal begitu mahalnya harkat wanita hingga dalam Islam aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan muka, bahkan suara perempuan merupakan aurat. Kenapa ? penghargaan yang begitu tinggi disia-siakan.
Selanjutnya pada masa jahiliah dulu perjudian banyak digemari umat, masyarakat pada masa itu begitu pemalas dan suka menghamburkan uang dan kekayaannya hanya untuk berjudi. Pada masa sekarang ternyata perjudian tetap berlangsung bahkan bukan lagi ditingkat masyarakat bawah bahkan telah mendunia. Pada masa ini sudah menjadi hal yang biasa bahkan tidak merasa bahwa hal tersebut itu judi. Kuis-kuis di televisi kita anggap sebagai hiburan padahal sebenarnya kita tengah menyaksikan perjudian yang telah dilegalisasi, perjudian pada masa ini berawal dari keburukan malahan hal-hal kebaikan –pun bisa dijadikan sarana berjudi. Beberapa waktu lalu kita pernah menyaksikan pemilihan mubaligh (dai) pada sebuah stasiun TV, di dalam acara tersebut da’wah tidak lagi menjadi unsur utama tapi ketenaran dan kemenangan yang ditonjolkan, selain itu dukungan melalui SMS menjadi bumbu lain dalam acara tersebut. Apakah da’wah pada masa ini menjadi sebuah lahan bisnis semata ? padahal rosulullah mengatakan bahwa para ulama adalah penerusku, seperti apakah ulama yang rosul maksud ?
Berikutnya masyarakat pada masa jahiliah dulu suka akan mabuk mabukan, begitu pulalah pada masa ini bahkan di masa sekarang ini orang bisa mabuk tanpa harus minum minuman keras, pada saat ini kemabukan lebih parah disbanding masa itu, tidak lagi arak, tapi kekayaan, pangkat ataupun jabatan menjadi sarana lain untuk bermabuk-mabukan. Kemabukan tidak lagi dikalangan bawah tapi lebih banyak lagi di tingkat pemimpin negeri. Kemabukan akan kekayaan menjadikan korupsi sebagai bahannya untuk meraih kedudukan yang tinggi rakyat menjadi bahan komoditi.
Kejahiliahan pada masa ini lebih besar dan terstruktur disbanding masa lalu, pada hal pada masa ini rosul sudah diturunkan, kitab suci telah disempurnakan, tapi jaman millennium sekarang ini hanya tampak gemerlapnya saja tapi masyarakat di dalamnya begitu buta, tidak bisa melihat dan melakukan kebenaran. Masa ini merupakan masa jahiliah di masa modern.
Akankah kita tetap bertahan dalam posisi ini, dimana kejahiliahan terus merajalela dan menjadi bahan baku untuk kita sampai keneraka. Ataukah kita akan merubahnya untuk menjadi penerus rosul. Marilah kita renungkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar