Jumat, 04 Januari 2013

KERJA NYATA DAMBAAN MASYARAKAT

Pemimpin, mereka dipilih oleh rakyat baik dengan kesengajaan maupun karena keterpaksaan, tapi walaupun demikian mereka tetaplah pemimpin yang harus mengabdi kepada rakyat dan bangsa.

Sosok pemimpin yang dapat melakukan kerja secara nyata dan dekat dengan rakyat tentu menjadi harapan dan dambaan bagi masyarakat. Bekerja dengan tulus ikhlas untuk kepentingan bangsa dan rakyat didalamnya akan berdampak positif bagi kemajuan bangsa ini.

Adanya sosok pemimpin seperti Jokowi yang memimpin Jakarta saat ini menjadi harapan besar bagi perubahan bangsa ini ke arah yang lebih baik lagi. andai saja setia pemimpin dari tingkat tertinggi sampai terendah di negeri ini memiliki tekad dan komitment yang tulus untuk kemajuan bangsa seperti Jokowi saat ini    tentu sudah bisa dipastikan rakyat nya akan menjadi makmur dan sejahtera, lebih dari  bangsa ini akan menjadi bangsa yang penuh keberkahan.

Marilah kita rubah negeri ini menuju ke arah yang baik mulai dari diri kita, mulai dari yang terkecil dan mulai dari sekarang.....

SECERCAH ASA BAGI PENDIDIKAN


Pendidikan merupakan hak bagi setiap warga Negara, keterbatasan media pembelajaran menjadi kendala untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan.
Pendidikan formal yang dicanangkan pemerintah dengan berbagai program dan dana yang tidak sedikit dihapkan dapat menjadikan para anak bangsa menjadi generasi masa depan yang cemerlang.
Program dan dana yang digulirkan pemerintah untuk kemajuan dunia pendidikan tampaknya belum dapat merubah skema mutu pendidikan secara menyeluruh. Sebagai anak negeri dengan penguasaan pengetahuan yang masih dangkal, saya pun memiliki sedikit ide untuk sumbangsih terhadap pendidikan masyarakat.
Coba kita bandingkan bagaimana pendidikan di masa sekarang yang memiliki berbagai macam media pendukung pembelajaran dengan pendidikan masa lampau yang memeiliki media sangat terbatas, dimasa lampau seorang siswa tidak memiliki buku pelajaran dan lainnya tetapi penyerapan terhadap pelajaran sangat baik dan kuat, sekarang kita lihat bagaimana putra/putri kita menyerap pelajaran padahal berbagai media pendukung pelajaran dimilikinya.
Salah satu penyebab kurang membekasnya pelajaran pada peserta didik antara lain :
  1.          Tidak adanya kemauan dan ketulusan peserta didik dalam menempuh pelajaran.
  2.          Pendidikan ditempuh tanpa perjuangan yang berarti.
  3.          Para pendidik menyampaikan materi pendidikan terhadap siswanya tidak lagi dengan hati nurani.
  4.          Materi menjadi tolak ukur mutu pendidikan.
  5.          Terlalu beragamnya kurikulum yang diberikan terhadap peserta didik.
  6.          Nilai-nilai moralitas tidak lagi menjadi pendidikan utama.
  7.         Tayangan Televisi tidak banyak mengandung unsur pendidikan bahkan mengaburkan kualitas  pendidikan.
  8.        Sarana bermain yang beragam dan tersebar luas menjadi bayang-bayang penghambat pendidikan.  a.l. game online, playstation, dan mol-mol menjadi tempat berkumpulnya anak.
  9.          Waktu yang dimiliki orang tua untuk pengawasan pendidikan terhadap anaknya sangat minim.
  10.     Keadaan dimasyarakat seringkali tidak memberikan pendidikan positif terhadap anak.
Untuk menanggulangi makin menjauhnya tujuan pendidikan, terutama pendidikan secara umum, sarana pendidikan seperti buku dan sarana berkreasi lebih ditingkatkan dan harus bersifat terbuka.
Sebagai sarana pendidikan masyarakat secara umum adalah dibukanya sarana belajar sebagai berikut :
  • a.      Luasnya tempat publik yang dilengkapi dengan sarana perpustakaan seperti tempat baca dan buku-buku bacaan, Koran dan atau majalah, sehingga orang yang datang yang tadinya sekedar jalan – jalan dapat lebih memanfaatkan waktunya untuk membaca.
  • b.     Mol atau pusat perbelanjaan dilengkapi dengan perpustakaan mini yang letaknya harus strategis, sehingga menjadi daya tarik pengunjung untuk menggunakannya.
  • c.       Perpustakaan daerah sebaiknya lebih terbuka dan tidak hanya tampak sebagai symbol saja, keberadaannya harus menarik dan diminati masyarakat.
  • d.      Tersedianya arena berkreasi bagi masyarakat dan anak sebagai pelaku pendidikan.
  • e.      Diberlakukannya jam malam, missal pada jam 18.00 s.d. 20.00 tidak diperbolehkan menyalakan televisi bagi anak-anak dan diisi dengan pendidikan keluarga.
  • f.        Dicanangkan program hari menulis dan membaca bagi masyarakat secara umum.

Itulah secercah asa bagi pendidikan masyarakat semoga bermanfaat.