Pendidikan merupakan hak bagi setiap warga Negara,
keterbatasan media pembelajaran menjadi kendala untuk mendapatkan ilmu dan
pengetahuan.
Pendidikan formal yang dicanangkan pemerintah dengan berbagai
program dan dana yang tidak sedikit dihapkan dapat menjadikan para anak bangsa
menjadi generasi masa depan yang cemerlang.
Program dan dana yang digulirkan pemerintah untuk kemajuan
dunia pendidikan tampaknya belum dapat merubah skema mutu pendidikan secara
menyeluruh. Sebagai anak negeri dengan penguasaan pengetahuan yang masih
dangkal, saya pun memiliki sedikit ide untuk sumbangsih terhadap pendidikan
masyarakat.
Coba kita bandingkan bagaimana pendidikan di masa sekarang
yang memiliki berbagai macam media pendukung pembelajaran dengan pendidikan
masa lampau yang memeiliki media sangat terbatas, dimasa lampau seorang siswa
tidak memiliki buku pelajaran dan lainnya tetapi penyerapan terhadap pelajaran
sangat baik dan kuat, sekarang kita lihat bagaimana putra/putri kita menyerap
pelajaran padahal berbagai media pendukung pelajaran dimilikinya.
Salah satu penyebab kurang membekasnya pelajaran pada peserta
didik antara lain :
- Tidak adanya kemauan dan ketulusan peserta didik dalam menempuh pelajaran.
- Pendidikan ditempuh tanpa perjuangan yang berarti.
- Para pendidik menyampaikan materi pendidikan terhadap siswanya tidak lagi dengan hati nurani.
- Materi menjadi tolak ukur mutu pendidikan.
- Terlalu beragamnya kurikulum yang diberikan terhadap peserta didik.
- Nilai-nilai moralitas tidak lagi menjadi pendidikan utama.
- Tayangan Televisi tidak banyak mengandung unsur pendidikan bahkan mengaburkan kualitas pendidikan.
- Sarana bermain yang beragam dan tersebar luas menjadi bayang-bayang penghambat pendidikan. a.l. game online, playstation, dan mol-mol menjadi tempat berkumpulnya anak.
- Waktu yang dimiliki orang tua untuk pengawasan pendidikan terhadap anaknya sangat minim.
- Keadaan dimasyarakat seringkali tidak memberikan pendidikan positif terhadap anak.
Sebagai sarana pendidikan masyarakat secara umum adalah
dibukanya sarana belajar sebagai berikut :
- a. Luasnya tempat publik yang dilengkapi dengan sarana perpustakaan seperti tempat baca dan buku-buku bacaan, Koran dan atau majalah, sehingga orang yang datang yang tadinya sekedar jalan – jalan dapat lebih memanfaatkan waktunya untuk membaca.
- b. Mol atau pusat perbelanjaan dilengkapi dengan perpustakaan mini yang letaknya harus strategis, sehingga menjadi daya tarik pengunjung untuk menggunakannya.
- c. Perpustakaan daerah sebaiknya lebih terbuka dan tidak hanya tampak sebagai symbol saja, keberadaannya harus menarik dan diminati masyarakat.
- d. Tersedianya arena berkreasi bagi masyarakat dan anak sebagai pelaku pendidikan.
- e. Diberlakukannya jam malam, missal pada jam 18.00 s.d. 20.00 tidak diperbolehkan menyalakan televisi bagi anak-anak dan diisi dengan pendidikan keluarga.
- f. Dicanangkan program hari menulis dan membaca bagi masyarakat secara umum.
Itulah
secercah asa bagi pendidikan masyarakat semoga bermanfaat.
Orientasi pendidikan yg bergulir cepat membuat para pendidik, tenaga kependidikan, ortu sama2 menahan lajunya arus yg deras itu. Air bah tak kan sanggup untuk ditangguhkan datangnya, tp bagaimana mengatasi mereka. Salahkah game online, media player lain. Blajar memahami sitûasi pendidikan yang diinginkan dalam ketegasan dan arahan yg semestinya.
BalasHapusMedia yang terus makin meningkat dan beragam tidak pantas untuk dipersalahkan, namun kurangnya pemahaman dan pengetahuan orang tua terhadap kegiatan yang dilakukan anak-anaknya, orang tua dan pendidik mengetahui dan sesekali ikut mencoba kegiatan yang dilakukan mereka supaya dapat lebih tahu efek negativ yang mungkin dapat timbul akibat kegiatan tersebut. (jawaban dan tulisan mungkin belum dapat memenuhi keinginan pembaca hal ini dapat dimaklumi karena penulis memiliki keterbatasan ilmu dan kemampuan). Terima kasih atas partisifasinya.
Hapus